Kamis, 13 Oktober 2016

Tepuk Tangan sebagai Tanda

Saat “tepuk tangan” meriah sudah pernah kau dapatkan karena prestasi yang kau cetak, jangan bangga dan puas dengan tepuk tangan itu. Hanya sesaat, semua pasti akan hilang begitu saja hanya karena satu kesalahan yang kau buat. Orang tidak akan menilai prestasimu lagi, mereka akan selalu mencibir dan melihat dari letak kesalahanmu terus, terus, dan terus.

Mereka yang peduli dan menyukaimu akan membantumu, setidaknya hanya dengan memberikan saran. Namun, mereka yang tidak menyukaimu akan semakin keras memberikan tepuk tangan saat kesalahan yang kau buat dibicarakan tanpa henti oleh orang lain.

Ketika kamu sedang berada diposisi seperti itu, bersemangatlah! Jangan mudah terpuruk dengan kata orang. Bangkitlah! Satu kesalahanmu pasti akan segera sirna jika kau buat hal-hal positif lagi. Jika hal itu tidak berlaku, tetap berfikirlah positif. Apa yang kamu lakukan saat ini pasti akan membuahkan hasil di kemudian hari. Terus berjalan walau perlahan, hadapi smua yang sedang di depan mata. Lihat dari sudut pandang yang berbeda.

Minggu, 25 September 2016

Mendaki menjadi Candu

Ternyata rutinitas memang terkadang membuat jenuh. Saat libur tiba rasanya ingin kemana-mana, tapi raga ini hanya memilih berbaring di kasur. Memulihkan energi setelah 6 hari beraktivitas. Entah kenapa tiba-tiba teringat indahnya pemandangan di puncak gunung, rindu itu datang begitu saja. Melihat alam, sunrise di pagi hari, tidur di tengah ilalang berselimut lembutnya semilir angin, bernuansa bintang-bintang di langit. Indahnyaaa……

Blego Summit
Terakhir hiking ke puncak Gunung Blego lumayan menyenangkan. Bersama seorang sahabat perempuanku dan 4 teman lainnya kita berangkat pukul 11.30 malam. Sampai di puncak sekitar pukul 2.30 pagi. Kebersamaan dan karakter sahabatmu akan terlihat saat mendaki bersama. Bagaimana saling menjaga dan menikmati alam bersama. Semua tidak akan mudah terlupakan.

Seorang sahabat yang benar-benar tulus akan menunggumu saat kamu tidak kuat lagi mendaki. Dia akan menunggumu, menemanimu, dan berjuang bersama supaya sampai puncak bersama-sama pula. Ia tidak akan pernah meninggalkanmu, ingat itu, ia tidak akan pernah meninggalkanmu.

Jalur menuju Gunung Blego  yang saya tahu ada dua, yaitu melalui Parang, Magetan dan bisa lewat Wonogiri. Tepatnya di desa Nguneng, Puhpelem. Saya dan teman-teman memilih jalur Wonogiri, karena teman yang mengajak mendaki rumahnya dekat dengan gunung itu. Track pendakiannya juga termasuk mudah. Pemandangan yang disuguhkan menarik. Sayangnya berkabut sewaktu saya kesana. Indahnya sunrise sedikit tertutupi deh…

Alam oh alam, indahmu terasa seperti menjadi candu. Alam bisa menjadi sahabatmu jika kau jaga, alam bisa membunuhmu pula jika kau merusaknya. Salam lestari..

our legs hahaha

Jumat, 24 Juni 2016

Liburan Gila di Deretan Pantai Selatan Yogyakarta

Melancong tanpa rencana, sudah pernah?
Bagi para petualang ini bukan masalah. Mungkin malah menjadi sebuah tantangan. Tanpa rencana dan tanpa persiapan sampai di suatu tempat yang belum terbayangkan. Hmm….. itu menyenangkan!

Puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan, tidur di rumah, atau tidak mau melakukan aktivitas. Meskipun sedang berpuasa di bulan Ramadhan ini dan bertepatan dengan hari libur sekolah, bukan menjadi alasan pula untuk berdiam diri dirumah, bukan???

Baru saja hal ajaib terjadi dalam hidupku. Melancong tanpa persiapan dan tanpa rencana. Niat atau tujuan awalku hanya ingin pergi ke Solo, ke rumah kakakku untuk mengisi hari libur. Sekalian ingin bertemu keponakan tersayang. Sahabatku yang rumahnya dekat denganku pun ikut ke Solo.

Hari pertama, biasa saja, nothing special. But, I was very very happy to meet and see my beloved nephew and niece. Aku sangat suka dengan keponakanku yang masih balita itu. Gemesiinnnn….

Hari kedua, kakak iparku memberikan tawaran. Dia bilang, “daripada di rumah saja ke Pantai Baron sana lho cuma 2 jam.” Mataku langsung melek dan buka map. Kunyalakan GPS dan melihat rutenya. Seperti melihat durian runtuh, kesempatan ini tak ku sia-siakan. Aku dan sahabatku sepakat berangkat ke Pantai Baron setelah subuh. Selain Pantai Baron masih banyak pantai-pantai lain di sepanjang Pantai Selatan itu. Amazing! Jadi nggak sabar pengen sampai sana. Padahal kami belum tahu jalan dan medannya, hanya bermodalkan GPS saja.

Hmm, aku teringat sepeda motor tua yang ku pakai kesini. Tak mungkinlah aku pakai motor ini, kasihan motor tua diajak perjalanan jauh yang belum tahu medannya. Akhirnya, satu hari itu kutukar motorku dengan motornya kakak. Ahaaayyy….

Dengan sepeda motor “beat” kepunyaan kakak, langsung deh tancap gas. *ngeng ngeengg. Secapek-capeknya nyetir di depan, masih capek duduk di belakang. Aku tak mau digantikan sahabatku itu karena lebih suka nyetir, dengan konsekuensi nanti pulangnya gakpapa deh nggak nyetir. Meskipun sebenarnya kepengin nyetir terus.

Sekitar pukul 7.30 WIB kami sampai di Pantai Baron. Masih sepi. Belum ada pengunjung lain yang datang. Seperti pantai sendiri aja hahaha. Kami belum memutuskan untuk main air disini. Selfie, bercanda, dan menikmati pemandangan alam sudah membuat kami senang di pantai Baron ini.

Next, kami meluncur ke deretan pantai selatan. Banyak sekali pantai yang sejalan dengan Pantai Baron. Pantai Kukup lebih indah dibandingkan Baron. Itu menurutku. Di ceritaku sebelum ini Pantai Pelang sudah kujelaskan kalau aku lebih suka pantai yang pasirnya putih. Pantai Kukup memiliki pesona yang luar biasa, indah, berpasir putih, dan nyaman untuk main air.

Kami putuskan bermain air disini. Berjemur diterik matahari pagi dan tiduran di pasir putih. Kami tidak bisa berenang, makanya cuma basah-basahan di tepi pantai saja. Lagi pula, pantai selatan terkenal dengan ombak besar. Kalau bisa berenang pun, mungkin akan berpikir dua kali. Bisa-bisa nanti malah terseret ombak. Ihh wow, seremm….

Drini Beach
Di perjalanan aku berpikir, ini benar-benar gila. Sudah lama sekali kurindukan pantai, tapi tak pernah menyangka hanya dalam waktu kurang lebih 4 jam, aku dan sahabatku bisa menjelajahi 5 pantai dan sudah bermain air pula. Crazy holiday, crazy pal, I’m crazy hahaha. Ini instagramku kalau mau kepo foto-foto yang lain, klik disini. Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, dan Krakal membuat hidupku lebih berwarna. Masih banyak pantai lainnya yang sejalan, tapi karena kami sudah lelah (adik sudah lelah bang…) dan tak ingin pulang malam, akhirnya kami putuskan untuk pulang.
Sepanjang Beach
Terimakasih Tuhan pencipta bumi,
Masih kau berikan kesempatan untuk melihat alamMu.
Begitu kecilnya kami,
Dibandingkan semesta ciptaanMu.
Jadikan kami pribadi yang rendah hati,
Dan selalu bersyukur atas nikmatMu.
Aamiin…

Minggu, 05 Juni 2016

Pantai Pelang

Have you ever go to somewhere? Have you ever make a plan for it? Have you ever feel happy or sad after that?

Pernahkah kamu pergi ke suatu tempat yang sangat kamu inginkan?
Ya, mungkin hampir semua orang pernah pergi ke suatu tempat. Entah itu karena ada keperluan atau hanya liburan. Nah, sekarang saya mau bertanya,”kamu lebih suka gunung atau pantai?”
Pertanyaan ini yang menurut saya sangat sulit untuk dijawab. Karena jujur, saya suka keduanya. Kalau mendapat pertanyaan seperti itu pasti akan saya jawab 50:50. Saya suka gunung dan juga pantai. Kalau disuruh memilih, ya pilih keduanya hehehe.

Perjalanan jauh yang membutuhkan waktu 3-5 jam dengan memakai sepeda motor sudah beberapa kali saya lakukan bersama teman-teman. Singkat cerita, saya dan teman-teman ingin berlibur. Beberapa destinasi tempat wisata sudah kami pilih. Pilihan akhirnya jatuh pada sebuah pantai di Trenggalek, Jawa Timur. Pantai Pelang namanya. Ada air terjun dengan air tawar di dekat pantai itu. Namun, pasirnya bukan pasir putih. Saya suka pantai yang pasirnya putih. Seperti pantai Karanggongso di Trenggalek juga, pantai Srau, Buyutan, dan Klayar di Pacitan, pantai Indrayanti di Jogja. Nggak tahu kenapa, rasanya lebih suka melihat pasir putih di pantai.

Tiba waktunya kita capcus. Kami berempat dengan 2 sepeda motor berangkat dari Magetan ke Trenggalek. Tak satupun dari kami berempat yang tau jalan menuju Pantai Pelang itu. Akhirnya kita nyalakan GPS dan mengikuti petunjuk arahnya. Ada beberapa jalan alternatif. Kita sepakat untuk mencoba jalur yang lebih cepat. Dan kau tahu bagaimana akhirnyaaa???

Kita nyasar, tersesat, tak tahu arah jalan pulang *ini mah kayak Butiran Debu lagunya Cakra Khan wkwkwk. Di daerah Ponorogo, kita mengikuti petunjuk arah dari GPS yang membawa kita ke jalur tercepat menuju pantai Pelang. Ternyata, kita malah nyasar sampai naik-turun gunung. Aku dan temanku pun juga mengalami sedikit kecelakaan. Motor yang kami pakai nggoleng alias jatuh. Dan sayapun juga jatuh, tapi tenaaannngggg…. Saya nggak kesakitan dan nggak kapok kok travelling kayak gini hahaha. Sayangnya ya itu tadi, kita mencoba jalur alternatif yang berharap sampainya lebih cepat, ternyata malah sampai lebih lama karena jalannya nggak mulus dan nggak lancar.


Ini nih potret kita saat nyasar

Kalau nggak  nyasar, mungkin kita nggak akan dapat gambar kayak gini deh. Meskipun perjalanan yang kami tempuh lebih lama, yang awalnya ingin jalan lebih cepat kearena memilih jalur alternatif, kami tidak merasa kecewa. Yahh, buat pengalaman aja. Lain kali kalau nggak mau tersesat mending lewat jalur jalan raya aja. Lebih jelas dan kemungkinan tersesat lebih sedikit.
Pantai Pelang merupakan salah satu pantai yang famous alias terkenal di Trenggalek. Selain deburan ombak yang terkenal bahaya, karena ombaknya besar di dekat pantai Pelang ini ada air terjun dengan air tawar jika ingin main air. Sebagian besar dari kita mungkin tidak berani kalau main air di Pantai. Sudah banyak korban disini karena ombaknya memang benar-benar besar dan bahaya. Lebih baik main air di air terjunnya saja.

Ini nih Pantai Pelang


Our madness

Setelah puas bermain air, kita putuskan untuk pulang. Tak lupa isi perut dulu *biar kuat menghadapi kenyataan, loh?? Maksudnya biar kuat melakukan perjalanan wkwkwk. Kami lewat jalan raya yang hanya kami tempuh 3 jam dari Tenggalek sampai Madiun. Kalau berangkatnya pakai acara nyasar tadi mah sampai 5 jam hahaha.


Have a nice travelling pals. Happy Holiday J

Rabu, 01 Juni 2016

Going to Somewhere

Travelling? Hobby? Jalan-jalan? Atau apalah sebutannya..
Tujuan utamaku hanya ingin pergi ke suatu tempat atau memberikan penghargaan untuk diri sendiri setelah penat dengan rutinitas. Kerja keras boleh lah, tapi juga harus tetap menjaga kesehatan dan kebutuhan yang lain. Piknik misalnya, hehehe. Mungkin sebagian besar orang sangat suka bepergian, tapi ada juga yang memilih mencari hiburan di rumah. Ada juga tipe orang yang jika punya waktu luang sudah menyiapkan rencana ke suatu tempat. Yah, semua itu pilihan. Tergantung individu masing-masing mau memilih yang mana.

Pergi ke Gunung Beruk ini juga bisa J

   


 

Jangan takut miskin hanya karena bepergian. Rejeki sudah ada yang mengatur, tinggal usaha kita untuk menjemputnya. Jangan takut bepergian, dengan bepergian kita bisa menemui tempat baru. Jangan takut mendaki, karena kau akan tahu betapa indah kekuasaan-Nya. Jangan takut siapapun, kecuali sang maha Pencipta. Wahhhhh, pokonya jangan takut deh hahaha.
Indahnya pegunungan, indahnya pantai, indahnya alam semesta ini jika kita mau menengok ke arah luar. Kita bisa bersyukur dan lebih rendah hati dengan melihat betapa kecilnya kita di dunia ini. Jangan sombong hanya karena kau kaya, jangan sombong hanya karena kau cantik atau tampan, jangan sombong hanya karena keluargamu sukses dalam pekerjaannya. Lihatlah dirimu! Siapa kamu! Jangan lihat siapa disekelilingmu! Cukup lihatlah dirimu, sudah baikkah anda? Sudah mampukah anda menjadi pribadi yang rendah hati?
Nah loh, sebenarnya ini artikel mau membahas apa sih?? hahaha

Intinya, pergilah, lakukan perjalanan selagi kau mampu! Jangan menyesal di waktu tua nanti. Punya waktu, punya uang, tapi tidak punya tenaga untuk bepergian. Dunia ini luas kawan, kau akan menemui hal-hal baru dengan perjalanan.. J
Gunung Bedes, Ponorogo J


Rabu, 03 Februari 2016

Power of Pray




Many times, many events, many and so many things that happened to me. My life was so complicated. As a fresh graduate, I was sure that not only me who feel like what I have felt. Fresh graduate wanna get a job fast, but the certificate is too long to received by the students. Struggle, spirit, and pray always accompany me to reach out my dreams.
I have a job now. Before I got this job, I have asked for other job and yaa… I was failed to get a great job that I want to. Now, I am thankful to God for this job. Great!! I am happy although there is a gravel in my heart. Dunno why my heart cannot accept this condition. Sometimes, I wanna get other but I also like to meet many persons in my office. They make my life colorful. Teachers, students, administrators office, and all of persons make me more life.
I have been here for one month. I feel better than come here for the first time. My job, my adventure. My pray, my power. Teaching is an art. I teach English and train the students that will send in a competition. There is an English Story Telling Competition that held by one of Junior High School in other city. I train them as I can. I often pessimist that I will fail again and my students do not be a winner. Alhamdulillah, my student gets runner up in this competition. I have fought and wish for this result. It makes my name become good in other teacher’s eyes.
All of ways in my life are determined by God. I only pray, pray, and pray to get the best. I wish everything will be alright. In this step, I wanna say thanks to God that gimme wonderful life, lemme meet so many unique persons. Thank God for everything. I am glad and always believe in your promises.